Profil Desa Pulau Birandang
Pulau Birandang merupakan salah satu desa yang ada di kecamatan Kampa, Kabupaten Kampar, provinsi Riau ,Indonesia
Desa Pulau Birandang terletak di wilaya Kecamatan Kampar Timur Kabupaten Kampar, Riau. Luas wilayahnya adalah ± 134,22 km2, dengan pusat pemerintahan berada di Desa Kampar. Salah satu desanya Desa Pulau Birandang yang luas wilayahnya adalah ± 27,00 km2. Pada daerah ini 80 % merupakan tanah dataran selebihnya berbukit-bukit yang ditumbui rumput dan sema belukar yang subur. Desa Pulau Birandang dan kelurahan merupakan daerah yang trategis dan mudah dijangkau terutama dengan jalur transportasi darat
Desa Pulau Birandang terletak di wilaya Kecamatan Kampar Timur Kabupaten Kampar, Riau. Luas wilayahnya adalah ± 134,22 km2, dengan pusat pemerintahan berada di Desa Kampar. Salah satu desanya Desa Pulau Birandang yang luas wilayahnya adalah ± 27,00 km2. Pada daerah ini 80 % merupakan tanah dataran selebihnya berbukit-bukit yang ditumbui rumput dan sema belukar yang subur. Desa Pulau Birandang dan kelurahan merupakan daerah yang trategis dan mudah dijangkau terutama dengan jalur transportasi darat
Pada
akhir
tahun
2016 Penduduk
Desa
Pulau
Birandang
berjumlah
1.175 Jiwa
atau
terdiri
dari
235 KK (Kepala
Keluarga)
yang terdiri
dari
laki-laki
sebanyak
710 jiwa
dan
perempuan
sebanyak
465 jiwa,
mereka
sudah
dinyatakan
sebagai
penduduk
yang resmi.
Adapun
dari
jumlah
penduduk
di atas
terdiri
dari
bermacam-macam
etnis
bangsa
yaitu
Melayu,
Batak,
Minang,
Jawa.
Suku
mayoritas
di Desa
Pulau
Birandang
adalah
suku
Melayu.
Desa
Pulau
Birandang
selain
merupakan
kelurahan
yang berwilayah
dataran
rendah,
juga
dikenal
sebagai
daerah
pertanian
dan
perkebunan
karet.
sebagian
dari
mereka
ada
yang menjadi
buruh
tani,
sebagian
lainnya
yang menjadi
pedagang.
Hal senada
juga
terjadi
pada
penduduk
asli
daerah
itu,
yakni
mereka
mengerjakan
bermacam-macam
jenis
pekerjaan
sesuai
dengan
keahlian
mereka
masing
masing.
Dalam
hal
ini
masyarakat
Desa
Pulau
Birandang
juga
mempunyai
jiwa
sosial
yang tinggi
dan
juga
mempunyai
kebudayaan
yang tersendiri,
misalnya
bergotong
royong
dalam
acara
kenduri,
pesta
sunat
rasul,
jamuan
tahlilan
dan
kebudayaan
lainnya.
Hal ini
mungkin
didukung
oleh
faktor
agama Islam yang kuat, maka
sedikit
banyak
sosial
budaya
pasti
tepengaruh
oleh
nilai-nilai
ajararan
Islam, seperti
azaz
kekerabatan
dan
saling
membantu
satu
sama
yang lain masih
menjiwai
setiap
individu
masyarakat.
Komentar
Posting Komentar